Tata Krama Siswa

Tata Krama Siswa

Tata krama atau adat sopan santun atau sering disebut etiket telah menjadi bagian dalam hidup, contoh; pada waktu Anda masih kanak-kanak, orang tua Anda sudah melatih Anda menerima pemberian orang dengan tangan sebelah kanan dengan mengucapkan terima kasih. Orang tua Anda melatih Anda cara makan, minum, menyapa, memberi hormat dan berpakaian. Lama kelamaan perilaku Anda menjadi kebiasan. Tata krama adalah kebiasaan, yang lahir dalam hubungan antar manusia. Tata krama yang semula berlaku dalam lingkungan terbatas lama kelamaan dapat merambah ke lingkungan yang lebih luas. Tata krama telah menjadi bagian dari pergaulan sehari-hari. Jadi dapat disimpulkan bahwa tata kram adalah kebiasaan sopan santun yang dispakati dalam lingkungan pergaulan antara manusia setempat.

Tata krama terdiri atas kata tata dan krama. Tata berarti adat, aturan, norma, peraturan. Krama berarti sopan santun, kelakuan, tindakan, perbuatan. Tata krama berarti adat sopan santun, kebiasaan sopan santun

1. Tata krama pada Orang Tua (QS.Lukman;14)
Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori & Muslim “Siapa yang paling berhak untuk dihormati/diperlakukan dengan baik ? Beliau menjawab “Ibumu…!(sampai tiga kali), lalu beliau berkata “Kemudia Bapakmu…!”
1.1 Menghormati dan menghargai keduanya, merendahkan diri dihadapannya, memuliakannya dengan sikap dan tutur kata yang baik, tidak mengatakan …Ah..!bertutur kata yang baik bememanggil dengan sebutan yang penuh hormat dan kasih sayang, tidak keluar rumah tanpa seizinnya.
1.2. Mentaati kedua orang tua dalam hal kebaikan dan yang bukan maksiat kepada Allah.
1.3. Mendoakannya, memohon ampun untuk keduanya.
1.4. Menyayangi keduanya, menghormati saudara dan teman-temannya.
1.5. Berbakti kepada keduanya dengan menjaga nama baiknya.

2. Tata krama pada Guru
Hadist Riwayat Ath-Thabrani “Pelajarilah ilmu ketenangan dan kesopanan dan rendahkanlah dirimu terhadap orang yang kau ambil ilmunya”.
2.1. Mengucapkan salam dan senyum ketika bertemu dengannya serta menjabat tangannya.
2.2. Memulai berbicara atau bertanya dengan seizinnya.
2.3. Tidak mengeluarkan kata-kata yang dapat menyinggung perasaannya (menghina).
2.4. Tidak menyepelekannya/meremehkannya dengan sikap maupun kata-kata.
2.5. Menghormati dan mendoakan guru.

3. Tata krama dalam lingkungan Sekolah
3.1. Senantiasa berpenampilan bersih dan rapih dan menutup aurat
3.2. Menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak mencoret-coret tembok/dinding, dan tidak merusak barang milik sekolah.
3.3. Senantiasa mengucapkan salam ketika akan memasuki dan keluar ruangan.
3.4. Meminta izin terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan.
3.5. Berkomunikasi dengan suara yang wajar (tidak berteria-teriak/gaduh (QS.Lukman;19))
3.6. Tidak bermain/bercanda yang dapat membahayakan dirinya dan orang lain.
3.7. Berbicara dengan kata-kata yang baik dan sopan .
3.8. Makan dan minum dengan tangan kanan sambil duduk.
3.9. Menjaga hijab dengan lawan jenis, dan saling menghargai.
3.10. Tidak mengambil barang yang bukan miliknya.

4. Tatakrama pada orang lebih tua dan lebih muda (teman)
4.1. Saling memberi salam dengan senyum yang tulus
4.2. Menghargai yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda dan tidak membuat jarak komunikasi dengan mereka.
4.3. Menjenguk ketika sakit dan mendo’akannya.
4.4. Memelihara sikap kepada teman untuk tidak menyakitinya/bulying secara pisik maupun secara lisan (intimidasi, mengejek,menghina, merendahkan harga dirinya).
4.5. Tidak membebaninya dengan suatu pekerjaan dan tidak menambah kesulitan.
4.6. Memaafkan dan meminta maaf atas kesalahan yang dibuatnya.

Tata krama bertamu Hendaknya berjanji dahulu dan datang tepat waktu.
Tata krama Menghubungi Guru melalui HP (Telepon/SMS/WA)
Perhatikan kapan waktu yang tepat untuk menghubungi guru. Pilihlah waktu yang biasanya tidak dipakai istirahat/ibadah
 ‎Awali dengan mengucap salam. Contoh : Assalamualaikum pak, Selamat siang Bu
 Ucapkan kata Maaf untuk menunjukkan sopan santun kita terhadap guru
 ‎Setiap guru memiliki ratusan siswa dan tidak mungkin menyimpan nomor kontak seluruh siswa. Maka pastikan kita menyampaikan identitas kita pada setiap awal percakapan/komunikasi.
 ‎Gunakan bahasa umum yang dimengerti. Hindari menyingkat kata seperti dmn, yg, dsb
 ‎Tulislah pesan dengan singkat dan jelas. Contoh : Saya ingin mengikuti ujian susulan pak. Kapan kiranya saya bisa menemui bapak?
 ‎Akhiri pesan dengan mengucap terima kasih atau salam sebagai penutup
Contoh umum :
Assalamualaikum pak. Mohon maaf mengganggu waktu bapak. Saya Ardi kelas 7.8. Saya ingin menemui bapak untuk mengikuti ujian susulan pak. Kapan kiranya saya bisa menemui bapak? Terima kasih.

Leave a comment